Recent post
Rembulan benderang gegap gulita malam
Hampa, sunyi, sepi gambarkan hatiku nan benderam
Torehkan kekosongkan belaka tuk jiwa yang malang
Cahaya redup relung jiwa nan mendalam
Paradigma
hati nan gundah gulana
Meregang
oleh seonggok rasa akan asa
Goresan
hati oleh rasa nestapa durjana
Lembaian
luka nan menyayat sukma
Sempitkah dunia nan luas ini
Sesakkah dunia nan lapang ini
Akan empati dan simpati antar insani
Akan ridho illahi nan dinanti
Oleh :Koyyieb
Oleh :Koyyieb
Kau
ini bagaimana?
memilihkan
untukku segalanya
Kau
suruh Aku berpikir, Aku berpikir
Kau
tuduh Aku kapir
Aku
harus bagaimana?
Kau bilang bergeraklah, Aku bergerak
Kau curigai Kau bilang jangan banyak tingkah,
Aku diam saja Kau waspadai
Kau ini bagaimana?
Kau
suruh Aku pegang prinsip,
Aku
memegang prinsip Kau tuduh Aku kaku
Kau
suruh Aku toleran Kau bilang Aku plin-plan
Aku
harus bagaimana?
Aku Kau suruh maju,
Aku maju Kau srimpung kakiku
Kau suruh Aku bekerja,
Aku bekerja Kau ganggu Aku
Kau ini bagaimana?
Aku
kau suruh menghormati hukum,
kebijaksanaanmu
menyepelekannya
Aku
Kau suruh berdisiplin,
Kau
menyontohkan yang lain
Aku harus bagaimana?
Kau bilang Tuhan sangat dekat,
Kau sendiri memanggilnya dengan pengeras suara tiap saat
Kau bilang Kau suka damai,
Kau ajak Aku setiap hari bertikai
Aku harus bagaimana?
Aku
Kau suruh membangun,
Aku
membangun Kau merusaknya
Aku
Kau suruh menabung,
Aku
menabung Kau menghabiskannya
Kau suruh Aku menggarap sawah,
sawahku Kau tanami rumah-rumah
Kau bilang Aku harus punya rumah,
Aku punya rumah Kau meratakannya dengan tanah
Kau ini bagaimana?
Aku
Kau larang berjudi,
permainan
spekulasimu menjadi-jadi
Aku
Kau suruh bertanggung jawab,
Kau
sendiri terus berucap Wallahu a'lam bissawab
Kau
ini bagaimana?
Kau suruh Aku jujur,
Aku jujur Kau tipu
Aku Kau suruh Aku sabar,
Aku sabar Kau injak tengkukku
Aku harus bagaimana?
Aku
Kau suruh memliihmu sebagai wakilmu,
sudah
kupilih Kau bertindak semaumu
Kau
bilang Kau selalu memikirkanku,
Aku
sapa saja Kau merasa terganggu
Kau
ini bagaimana?
Kau bilang bicaralah,
Aku bicara Kau bilang Aku ceriwis
Kau bilang jangan banyak bicara,
Aku bungkam Kau tuduh Aku apatis
Aku harus bagaimana?
Aku harus bagaimana?
Kau
bilang kritiklah,
Aku
kritik Kau marah
Kau
bilang cari alternatifnya,
Aku
kasih alternatif
Kau
bilang jangan mendikte saja
Kau
ini bagaimana?
Aku bilang terserah Kau, Kau tidak mau
Aku bilang terserah kita, Kau tak suka
Aku bilang terserah Aku, Kau memakiku
Kau ini bagaimana?
Aku harus bagaimana?
Oleh : Lukmanul Hakim
Oleh : Lukmanul Hakim
Hai…..
Engkau merpati putih nan jauh di sana
Luluhkan benteng jiwa perkasa
Membelai indah hati pujangga cinta
Leburkan jutaan hasrat dalam satu bejana
Padukan rasa dalam satu kata mencuat……cinta
Tak
kuasa ku menahan pasar indah
Keindahan
surgawi di mata seorang hamba
Haruskah
rasa ini tercuat olehmu
Atau
sebagai bingkai qalbu semata
Huffttt…
Aku muak dengan penat ini
Harapan semu nan tabu
Menjadi racun benci dalam diri
Hempaskan masa indah dengan pilu
Oleh : Koyyieb
Rona hati deraian duka
Terjerat pedihnya asam dunia
Hancurkan ribuan canda dan tawa
Hujamkan pedih nan perih dalam lara
Erangan
hati rindukan cinta
Tertindih
pahitnya fakta dunia
Runtuhkan
tembok kegigihan dan perjuangan
Sirnakan
harapan akan tujuan fana
Hampa hati kan rasa dalam jiwa
Indra manusiawi nan luput dari asa
Lubang hitam nan pekat dalam raga
Mencabut dan hempaskan ruh dari jasad dunia
Rasa
ini tak mungkin ku pendam dan sesali
Tak
mungkin ku halangi dan pengaruhi
Bak
pohon pinus yang telah mengakar kuat dalam tanah
Tapi…..apa
daya segala ku jalani tuk hidupku nan sejatiOleh : Koyyieb
Ku lari ke hutan kemudian menyanyiku
Ku lari ke pantai kemudian teriakku
Sepi-sepi dan sendiri aku benci
Ingin bingar aku di pasar
Bosan
aku dengan penat
Enyah
saja kau pekat
Seperti
berjelaga jika ku sendiri
Pecahkan
saja gelasnya biar ramai
Biar
mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jarring laba-laba belang
Di tembok keraton putih
Kenapa tak kau goyangkan saja loncengnya biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan
Lalu ke pantai
Dikutip dari :Pusi Cinta “Ada Apa Dengan Cinta/2002”
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=zUA3hxwA_dw
Alhamdulillah
segala puja dan puji syukur kehadirat Sang Khalik pencipta jagat raya dan
seisinya yang senantiasa melimpahkan jutaan ni’mat-Nya kepada kita semua
terutama kepada diri saya yang berkat ridho-Nyalah, saya dapat mencurahkan
sedikit potensi diri saya dalam sebuah laman maya sederhana guna menjadi
inspirasi bagi pembaca dan terkhusus bagi diri saya sendiri sebagai ajang
pengembangan diri semata.
Terima kasih
kepada kedua orang tua saya yang telah menjaga dan mendidik saya semennjak
buaian hingga sekarang, jika bukan karena mereka berdualah saya tidak akan
terlahir di dunia ini. Tak lupa terima kasih kepada teman seperjuangan saya
yang sengaja tidak saya sebutkan namanya (agar tidak sesumbar orangnya J) yang
senantiasa menjadi obor penyemangat bagi diri saya yang karenanya lah, untaian
kata saya dalam bentuk tulisan terbit untuk pertama kalinya. Dan juga kepada
seorang senpai yang walaupun saya sering membantah perintahnya, beliau seperti
gudang nasehat dan sekaligus guru bagi
saya. Kami bukan saudara, tetapi beliau selalu sabar menghadapi saya dan
sebagai contoh teladan bagi pribadi saya.
Dan juga kepada
guru-guru saya, terkhususkan kepada Ust. Drs. KH. Achmad Zawawi, sebagai
lentera kehidupan saya yang menerangi kehidupan gelap saya dengan petuah dan
nasehat beliau yang tak akan pernah saya lupakan hingga nanti.
Tak lupa
teman-temanku generasi Payung Pangayoman, jutaan rasa kita lalui bersama. Suka cita kita rasakan bersama,
pahit ketir kita resapi bersama. Terima kasih setulus hati saya haturkan kepada
kalian, yang sengaja maupun tidak sengaja mengukir sejarah dalam relung hati
saya membentuk pribadi yang tangguh dalam melalui aral kehidupan.
Dan akhirnya ini yang bisa saya haturkan sebagai pengantar, semoga pembaca terhibur dengan tulisan ini.
Saya tidak lupa meminta saran dan nasehat kepada pembaca agar karya saya
menjadi lebih indah. Terima kasih dari saya, semoga bermanfaat. Jika terdapat
kekurangan itu datangnya dari pribadi saya, jika ada ilmu dan manfaat di
dalamnya itu datang dari Allah semata.
Sekian dari saya, selamat membaca!!!
Dag dig dug…..
Deburan rasa dalam tautan indah dunia
Warnai hari-hari kelam penuh derita
Pergolakan yang tak kuasa ku bendung karenanya
Satu kata ku utarakan untukmu semata
Bukan
dia ataupun mereka
Tapi hanya
dirimu…….cinta
Rahmat
Tuhan nan indah bagi seorang hamba
Ribuan
kata gugur tuk uraikan indahnya pesona
Anggun paras wajahmu
Indah tutur katamu
Lemah gemulai titian langkahmu
Satu harapan terlintas di sanubariku
Untuk bersanding denganmu hingga ajal menjemputku
Oleh : Koyyieb
Navigation





